Showing posts with label payudara. Show all posts
Showing posts with label payudara. Show all posts

cara memperbesar payudara | ramuan tradisional

Ramuan Tradisional Untuk Memperbesar Payudara - Tips Cara Memperbesar Payudara Dengan Ramuan Tradisional - Trik Cara Membesarkan payudara secara Alami. Obat untuk membesarkan buah dada. Bahan yang diperlukan tidak terlalu sulit , hanya Buah Manggis, Ganggang Hijau dan Pepaya.

Ramuan Tradisional Ynag Di Perlukan Untuk Memperbesar Payudara adalah :

     2 buah Buah Manggis
    10 gram Ganggang Hijau
     ¼ buah Pepaya

Cara Pembuatan Ramuan Tradisional Untuk Memperbesar Payudara :

    Ambil kulit buah manggis dan cuci bersih, lalu dikeringkan. Setelah itu, hancurkan kulit buah manggis dengan cara diulek, diblender, atau diparut.
    Cuci ¼ buah pepaya dengan air hangat, kemudian di haluskan dengan diblender atau diparut.
    Campurkan ganggang hijau, kulit manggis yang sudah dihaluskan, dan juga pepaya yang sudah dihaluskan dalam satu wadah dan lalu diaduk rata.
    Oleskan adonan tersebut selama 30 menit sebelum mandi, lalu bersihkan.
    Anda juga bisa menambahkan scrub dan madu untuk menghaluskan kulit dan mengangkat kulit mati disekitar payudara Anda.
    Jangan lupa untuk sering mengonsumsi buah pepaya setiap hari.


Buah Pepaya
Buah pepaya dipilih sebagai campuran adonan karena pepaya memiliki kandungan Enzim yang dapat mengencangkan dan mengenyalkan payudara Anda. Pepaya juga diperkaya dengan hormon pengencang serta vitamin A yang merangsang pengeluaran hormon wanita dan merangsang indung telur mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Dari hormon tersebut kelenjar susu akan lancar dan bentuk payudara semakin ideal.

Buah Manggis


Di dalam kulit manggis terkandung senyawa warna kelompok antosianin yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang sangat kuat yaitu xanthones.

Antioksidan mampu menghambat proses penuaan organ tubuh, mencegah penyakit jantung, mencegah penyakit kanker, mencegah kebutaan, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sifat dari xanthones adalah memiliki sifat aktivitas sebagai anti kanker, antibakteri, dan antiinflamasi.Selain itu juga berpotensi untuk memelihara kesehatan imun serta mendukung kesehatan mental,serta mendukung keseimbangan mikrobiologi,serta meningkatkan kelenturan sendi. Selain sebagai antioksidan Xanthones masih memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Antara lain sebagai antiinflamsi atau peradangan, antibakteri, antijamur, antibakteri, antidiabetes, dan antikanker.
More about → cara memperbesar payudara | ramuan tradisional

10 Mitos Tentang Payudara

Beberapa orang masih sungkan bicara blak-blakan soal payudara mengingat bagian tubuh ini merupakan orga seksual sekunder. Nah, berbagai mitos tentang payudara pun beredar. Apa saja?
Berikut ini beberapa mitos tentang payudara yang dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Rabu (7/11/2012):
1. Payudara Jadi Besar Jika Tersentuh Orang Lain
Jangan percaya jika ada yang mengatakan payudara akan menjadi besar jika tersentuh orang lain. Sebab pada kenyataannya ada 2 hal yang menentukan pertumbuhan dari payudara yaitu gen serta hormon. Beberapa perempuan kadang ada yang pertumbuhan payudaranya lebih cepat dibanding yang lain.
Biasanya ukuran payudara yang sudah dimiliki ini sulit untuk bisa bertambah atau menjadi besar secara alami. Karena itulah beberapa perempuan menggunakan bantuan seperti implan ataupun operasi plastik lainnya untuk membesarkan payudaranya.
2. Payudara Mengendur Setelah Menyusui
Payudara yang konon bisa mengendur akibat menyusui tidak terbukti kebenarannya. Karena payudara akan berubah atau kendur sesuai dengan waktunya, sehingga menyusui tidak akan berdampak pada kekendurannya.
Ukuran payudara ditentukan oleh berapa banyak jaringan lemak yang dimiliki di payudara. Sementara menyusui (laktasi) menciptakan jaringan yang lebih padat di payudara, setelah selesai menyusui jaringan lemak dan jaringan ikat payudara akan bergeser.
3. Bra Berkawat Picu Kanker Payudara
Menurut Dr Ted Gansler, direktur medis untuk American Cancer Society, seperti dikutip dari New York Times, Februari 2010 silam, tidak ada bukti terpercaya yang dimuat dalam jurnal ilmiah yang menunjukkan penggunaan bra mencegah keluarnya racun dengan menghalangi aliran kelenjar getah bening.
Hasil penelitian yang dilakukan Dr Gansler menunjukkan pengunaan bra kawat yang diduga dapat menekan sistem getah bening dan menyebabkan kanker payudara tidaklah benar. Fakta lain menunjukkan tidak adanya penurunan diagnosa kanker payudara di tahun 1960-an. Karena pada tahun tersebut sebagian besar kaum perempuan pergi tanpa menggunakan bra, jadi seharusnya kejadian kanker payudara menurun tapi yang terjadi tidak demikian.
4. Posisi Tidur Mempengaruhi Besar Payudara
Ada yang bilang posisi tidur mempengaruhi besar payudara. Sehingga keseringan tidur miring akan membuat payudara tidak rata, di mana satu sisi payudara menjadi jauh lebih besar ketimbang sisi satunya lagi.
Padahal faktanya posisi tidur sama sekali tidak mempengaruhi pertumbuhan payudara. Posisi tidur yang berubah-ubah bahkan ditengarai bisa menjaga aliran darah ke payudara.
5. Pria Lebih Suka Payudara Besar
Menyukai sesuatu adalah relatif, termasuk bagaimana pria menyukai ukuran payudara. Dalam sejumlah survei, sejumlah kaum adam menyebut menyukai payudara besar. Namun sejumlah lainnya menyukai payudara kecil, dan beberapa pria lainnya menyukai payudara tak peduli bagaimana ukurannya.
Situs pria Askmen.com pernah menggelar survei kepada lebih dari 5.000 pria terkait payudara. Sebanyak 65 persen responden mengatakan puas dengan ukuran payudara pasangannya.
6. Olahraga Tanpa Bra akan 'Merusak' Payudara
Perempuan yang olahraga tanpa mengenakan bra katanya bisa 'merusak' payudaranya. Ini mitos keliru. Tanpa bra saat olahraga, payudara perempuan tidak akan 'rusak' melainkan sakit atau tidak nyaman.
Mengungat posisi payudara yang menggantung, maka ketika bergerak tanpa penyangga akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Apalagi bagi perempuan dengan payudara besar. Disarankan kaum hawa mengenakan bra untuk menghindari sakit punggung.
7. Kulit Payudara Sangat Sensitif
Kulit payudara sama seperti kulit bagian tubuh lainnya, sehingga tidak benar jika dikatakan lebih sensitif. Nah, bagian sensitif dari payudara adalah puting karena terdapat ujung-ujung syaraf.
Karena sensitivitas kulit payudara sama dengan kulit tubuh lainnya, asalkan tidak alergi, Anda bisa mengusapkan lotion atau pelembab di payudara.
8. Payudara Besar Lebih Rentan Terkena Kanker
Kanker payudara bisa terjadi pada siapa saja. Tidak ada bukti ilmiah yang menyebut payudara besar lebih rentan terkena kanker. Kanker payudara umumnya terkait dengan kelenjar susu, sedangkan ukuran payudara berkaitan dengan jaringan lemak.
9. Ukuran Payudara Kanan dan Kiri adalah Sama
Ada yang mengatakan payudara yang sehat adalah yang ukuran sebelah kanan maupun kiri sama. Namun faktanya banyak perempuan yang ukuran kedua buah dadanya benar-benar sama. Biasanya ukuran yang satu lebih besar daripada sebelahnya.
10. Payudara Gatal Artinya Sedang Tumbuh
Payudara yang gatal dipercaya sedang tumbuh membesar. Namun ini hanya mitos belaka. Justru sensasi gatal bisa jadi peringatan adanya penyakit. Mengingat payudara tertutup kuit, folikel rambut dan kelenjar keringat, maka peluang berkeringat tentu sangat besar.
Nah, jika sudah berkeringat maka bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri. Aktivitas bakteri ini bisa mengakibatkan berbagai infeksi dan penyakit kulit seperti eksim, dermatitis kontak, dan lainnya. Karena itu, rajin-rajinlah berganti bra.
More about → 10 Mitos Tentang Payudara

apa yang diinginkan pria dari payudara wanita

Payudara wanita selalu menjadi daya tarik tersendiri di mata pria. Padahal wanita sendiri terkadang merasa biasa saja, bahkan risih jika ada bagian tubuhnya yang diperhatikan pria. Sebenarnya apa yang membuat 'perangkat khusus' wanita ini menjadi begitu menarik di mata pria?
"Ketertarikan pria terhadap payudara menurutku adalah karena pergaulan. Kalau sejak kecil tidak dibiasakan, mungkin pria tak akan begitu menganggapnya menarik. Di antara mamalia lainnya, cuma manusia yang menganggap payudara sebagai hal yang menarik untuk seks," kata Adit (29 tahun), seorang karyawan di Jakarta kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (7/11/2012).
Lingkungan seringkali merupakan tempat orang belajar menemui hal baru. Pemahaman ini bisa didapat dari percakapan antar teman, maupun dari tontonan dan bahan bacaan. Ketika ada teman atau orang lain yang mengatakan payudara menarik, Adit mengatakan bahwa bisa saja seseorang kemudian ikut menganggapnya menarik. Namun ada yang tidak sepakat dengan pendapat Adit ini.
"Menurutku itu sudah insting bawaan pria, bukan karena pengaruh lingkungan karena orang yang dalam lingkungan agamis juga tetap doyan. Menurut teori psikologi, orang memang sudah sejak kecil disenangkan dengan payudara ibunya," kata Anton (24 tahun), mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta.
Pendapat Anton ini mengacu pada teori yang dikembangkan oleh bapak psikologi, Sigmun Freud, yang menegaskan bahwa perilaku manusia banyak didorong oleh insting. Insting ini merupakan warisan dari dorongan-dorongan alamiah manusia, termasuk seks. Wajar apabila Freud kemudian menyatakan bahwa perilaku manusia banyak dipicu oleh seks.
"Kalau menurutku, pria tertarik dengan payudara karena rasa penasarannya yang besar. Wanita suka menutupi bagian tubuhnya yang dianggap aurat tersebut, sehingga membuat pria jadi penasaran apa isinya. Apalagi bentuknya yang cukup menonjol. Coba kalau payudara tidak ditutup-tutupi, mungkin tak lagi dianggap menarik oleh pria," kata Andri (26 tahun), karyawan perusahaan swasta di Banten.
Untuk masalah sebab-musabab, ketiga orang ini memang berbeda. Tapi untuk penilaian bagaimanakah bentuk payudara yang ideal, ketiga-tiganya memiliki selera yang sama, yaitu asal masih kencang dan tidak terlalu besar ataupun kecil. Payudara yang tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan dianggap paling menarik.
Ternyata masalah selera ini juga tidak hanya urusan pria saja. Para wanita juga memiliki prefrensi yang sama, yaitu ingin payudaranya terlihat kencang dan muda. Usia 20 tahunan merupakan usia di mana kondisi payudara dianggap paling ideal oleh wanita.
"Kebanyakan wanita ingin memiliki payudara layaknya wanita berusia 20 tahun. Wanita yang berusia 60 tahun ke atas biasanya payudaranya sudah kendur dan mulai keriput. Banyak di antaranya yang memilih melakukan implan agar payudaranya kembali seperti usia 20 tahunan," kata kata dr Aditya Wardhana, SpBP(K), dokter spesialis bedah plastik dari RSCM.
Dr Aditya menuturkan, biaya yang dikeluarkan untuk operasi implan payudara ini cukup mahal. Untuk membeli implannya saja dibutuhkan dana Rp 10-15 juta. Belum lagi variabel lain yang berbeda di setiap tempat, misalnya tarif rumah sakit, harga obat bius, biaya perawatan dan lain-lain. Secara rata-rata, dibutuhkan dana Rp 30-35 juta untuk mendapat implan payudara di Indonesia.
More about → apa yang diinginkan pria dari payudara wanita

mengapa Payudara Tidak Simetris

Disadari atau tidak, payudara kanan dan kiri tidak pernah simetris atau sama persis. Ada yang perbedaannya memang sangat tipis sehingga tidak terlalu kelihatan, tetapi kadang sangat kontras sehingga tampak besar sebelah. Berbahayakah?
Perbedaan ukuran payudara antara kiri dan kanan dipengaruhi banyak faktor, salah satunya penggunaan salah satu tangan yang lebih dominan. Misalnya jika dominan tangan kanan, biasanya payudara kanan sedikit lebih besar dan begitu pula orang kidal biasanya payudara kirinya sedikit lebih besar.
Pakar kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran, Dr Michael Triangto, SpKO mengatakan bahwa ukuran payudara yang tidak simetris umumnya tidak berbahaya. Namun jika terlalu ekstrem, maka dikhawatirkan ada penyakit atau gangguan tertentu yang membuatnya demikian.
"Beberapa kasus yang saya temui, tidak simetrisnya justru lebih besar di sisi tangan yang tidak dominan. Setelah diperiksa ternyata ada kelainan skoliosis yang membuat otot dadanya terpelintir," kata Dr Triangto saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (7/11/2012).
Skoliosis sendiri merupakan kondisi tulang punggung yang bengkok, baik yang dipicu oleh faktor bawaan, cedera tulang maupun kebiasaan duduk dengan posisi yang tidak ideal. Kondisi ini memicu kelainan postur tubuh, misalnya bungkuk atau miring ke sebelah.
Selama perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan tidak terlalu ekstrem, Dr Triangto menilai tidak ada bahaya yang serius. Bahkan dalam kaitannya dengan penampilan, sangat jarang ada yang menyadarinya sendiri meski hampir semua orang punya payudara yang tidak simetris.
"Jarang sekali ada perempuan yang datang ke saya, komplain payudaranya tidak simetris. Malah biasanya komplain datang dari orang lain, misalnya pasangan. Bisa juga ibunya yang kebetulan memasangkan BH (bra). Atau tukang jahit, biasanya juga memperhatikan itu," kata Dr Triangto.
Meski diklaim tidak berbahaya, sebuah penelitian di jurnal Breast Cancer Research menunjukkan bahwa makin tidak simetris ukuran payudara maka risiko terkena kanker akan semakin besar. Tiap selisih 95,8 gram pada masing-masing payudara maka risiko kanker naik 50 perse
More about → mengapa Payudara Tidak Simetris

cara agar payudara lebih besar

Ilmu kedokteran yang semakin berkembang membuat banyak pilihan bagi wanita yang ingin mempercantik diri, termasuk memperbesar organ seksi payudara. Anda mau pakai cara apa? Ini dia pilihannya.
dr Budiman, SpBP, dari Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI) menjelaskan ada beberapa metode operasi pembesaran payudara yang biasa dilakukan oleh ahli bedah plastik di Indonesia, yaitu:
1. Implan payudara
Cara ini paling sering dilakukan karena paling efektif, efisien, dengan hasil lebih instan, serta lebih aman dengan efek samping yang sangat minimal.
2. Mengisinya dengan otot, pada kasus rekonstruksi. Ada dua pilihan, yakni:
a. Dengan otot latisimus dorsi
Biasanya pada tindakan rekonstruksi satu sisi payudara pasca pengangkatan suatu tumor, di mana kulitnya masih utuh namun pasien kehilangan massa atau gundukan payudarnya.
Operasinya berlangsung lebih lama, besar gundukan payudara yang baru terbatas tergantung ketebalan ototnya dan meninggalkan defek bekas sayatan di punggung yang relatif panjang.
b. Dengan otot rectus abdominis (TRAMFLAP)
Yaitu pada kasus pasca pengangkatan tumor payudara di mana massa payudara berikut kulitnya ikut dibuang, sehingga diperlukan suatu massa dan kulit pengganti.
Dalam teknik ini dipakai kulit di perut bagian bawah yang berlebih, dengan otot rectus abdominis sebagai sumber perdarahan dan massa penggantinya.
Tindakan ini meninggalkan defek bekas sayatan melintang seperti garis bekas operasi Section Saesaria (caesar) di perut.
3. Dengan teknik stem cell (sel induk)
Teknik ini merupakan yaitu suatu metoda baru dalam dunia tissue engineering, dengan cara mengekstraksi lemak dari tubuh pasien yang kemudian diolah dan dicampur dengan suatu bahan tertentu, sehingga dapat diperoleh suatu sel induknya untuk ditanamkan ke dalam kelenjar payudara.
Stem cell adalah suatu cell plury potent, artinya sel muda yang bisa tumbuh berkembang menjadi sel apa saja tergantung kepada lingkungan tempat dia berada.
Sel ini bila ditempatkan di sekitar payudara sebagai lingkungan barunya maka bisa berubah dan berkembang menjadi kelenjar payudara yang baru.
Namun teknik ini kurang popular dan tidak instan, karena pasien harus menunggu proses tumbuhnya stem cell menjadi payudara baru tersebut, dan relatif sulit diprediksi sebesar apa payudara baru akan terbentuk, serta masih dalam perdebatan tentang proses kapan dia akan berhenti tumbuh sehingga payudara baru tidak semakin bertambah besar karena long term follow up. Kasusnya pun belum banyak.
"Metode yang paling banyak diminati adalah penggunaan implan payudara, karena paling efektif, efisien, dengan hasil lebih instan, serta lebih aman dengan efek samping yang sangat minimal," jelas dr Budiman, SpBP kepada detikHealth, Rabu (7/11/2012).
Apa itu implan payudara? Adalah suatu kantong berbentuk bulat atau conus, seperti kelenjar payudara yang di dalamnya, diisi suatu cairan tertentu seperti garam fisiologis atau suatu silikon gel, di mana kedua bahan tersebut dijamin akan tetap berada di dalam kantongnya (tidak menyebar kemana mana), sehingga besar dan bentuk kantong tersebut tetap.
Kantong implan tersebut kemudian akan diselipkan di balik payudara sehingga payudara tersebut bentuk dan ukurannya menjadi sesuai dengan yang diinginkan melalui suatu sayatan kecil sepanjang 3,5-4 cm di tempat yang tersembunyi.
Lama operasi sekitar 1,5-2 jam. Proses operasi lebih nyaman dan aman dengan pembiusan umum di rumah sakit yang memiliki standar keamanan dan sterilitas terjamin.
Salah satu keuntungan pemakaian implan adalah sifatnya yang refersible sehingga bila diinginkan pasien bisa meminta dokter untuk mengeluarkan implan tersebut secara utuh atau menggantinya dengan yang lebih besar atau lebih kecil.
"Hal ini berbeda dengan kasus korban penyuntikan silikon cair, di mana silikon cair tersebut tidak bisa dikeluarkan karena sudah bercampur dengan jaringan sekitarnya dan bentuknya pun tidak tetap," tutup dr Budiman.
More about → cara agar payudara lebih besar

mengapa Payudara Terasa Sakit?

Setiap bulannya, ada masa-masa di mana organ payudara terasa sakit. Rasa sakit pada organ terseksi di tubuh wanita ini bisa jadi karena kondisi normal atau juga berbahaya.
"Payudara terasa sakit biasanya karena pengaruh hormonal (estrogen dan progesteron), seperti saat menjelang menstruasi. Tapi kalau sakitnya terus-terusan itu tidak berhubungan dengan hormon," jelas dr Shahnaz Nadia, SpKK dari FKUI-RSCM, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Rabu (6/11/2012).
Hal yang sama juga disampaikan dr Elida Sari Siburian, SpBP, dokter bedah plastik dari RS Pondok Indah, Jakarta. Menurutnya, bila payudara terasa sakit rutin setiap bulan, maka hal tersebut tergolong normal dan hanya karena perubahan hormonal.
Namun bila payudara terasa sakit yang terjadi secara terus-menerus, bisa jadi menjadi pertanda kanker bila ditandai dengan adanya benjolan.
"Selama kondisi tersebut masih dalam batas wajar Anda tidak perlu takut, namun apabila sudah sangat mengganggu sebaiknya datang kepada dokter spesialis kandungan," jelas dr Budiman, SpBP, dari Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI).
Ada beberapa penyebab lain di balik sakitnya payudara, seperti dilansir Boldsky:
1. Kram menstruasi
Penyebab paling umum nyeri pada payudara biasanya menstruasi. Ada retensi air dalam tubuh karena pengaruh hormon, yang membuat terasa semakin berat. Hal ini dianggap normal selama wanita mengalami menstruasi.
2. Masa subur
Banyak aktivitas hormonal terjadi di dalam tubuh selama ovulasi, yang salah satunya dapat membuat payudara terasa nyeri.
3. Kram otot
Bukan hal yang umum terjadi kram otot pada payudara, Anda karena organ ini bukan otot yang digunakan untuk bergerak. Namun, posisi tidur yang salah dapat memberikan kram buruk yang menyakitkan.
4. Benjolan payudara
Tidak setiap benjolan terasa sakit, namun beberapa menyebabkan nyeri payudara. Tidak semua benjolan payudara ganas (kanker), jadi jangan takut untuk memeriksakan diri. Periksa diri Anda secara teratur dan pergi ke dokter segera jika Anda merasa ada benjolan.
5. Dada kiri pertanda jantung
Kadang-kadang orang mengabaikan fakta bahwa payudara kiri sebenarnya tepat di atas jantung. Nyeri payudara juga bisa menjadi indikasi masalah jantung pada wanita.
More about → mengapa Payudara Terasa Sakit?

Mencegah Payudara Bengkak Saat Menyusui

Menjadi suatu hal yang biasa bila payudara seorang ibu menjadi lebih besar dan berat ketika dalam masa menyusui, karena produksi ASI umumnya akan cenderung meningkat. Tapi permasalahannya, terkadang kepenuhan ini dapat berubah menjadi pembengkakan dan terasa sangat keras dan menyakitkan.

Pada kondisi ini, pembengkakan payudara biasanya disertai pula dengan demam ringan dan bahkan infeksi. Pembengkakan umumnya terjadi selama hari ketiga sampai kelima setelah melahirkan, tetapi bisa juga terjadi setiap saat.

Oleh karena itu, penting untuk mencoba mencegahnya sebelum hal ini benar-benar terjadi. Berikut adalah beberapa tips sederhana untuk mencegah pembengkakan payudara, seperti dikutip situs womenshealth.gov, salah satu bagian dari Departemen Kesehatan Amerika Serikat yang memfokuskan pada pelayanan kesehatan perempuan :

1. Sering-seringlah menyusui bayi ASI setelah proses persalinan. Biarkan bayi menyusu selama yang dia suka, sepanjang bayi Anda minum ASI dengan baik dan mengisap secara efektif. Dalam minggu-minggu pertama pasca melahirkan, Anda harus membangunkan bayi Anda untuk memberi makan setelah empat jam sejak awal pemberian makanan terakhir.

2. Bekerjasama atau meminta bantuan konsultan laktasi untuk memperbaiki cara menyusui.

3.  Menyusui lebih sering pada payudara yang terasa sakit untuk mengeluarkan ASI.  Agar payudara tetap bergerak bebas, dan mencegah jangan sampai payudara terlalu penuh.

4. Hindari  penggunaan dot yang terlalu berlebihan, dan gunakanlah botol untuk membantu proses pemberian ASI.

5. Pegang payudara dengan tangan secara lembut dan pompalah sedikit ASI untuk melunakkan bagian payudara, areola (daerah gelap di sekitar puting payudara), dan puting sebelum menyusui.

6. Pijatlah payudara secara lembut.

7. Gunakan kompres air dingin di antara waktu menyusui untuk membantu meringankan rasa sakit.

8. Jika Anda harus bekerja, cobalah untuk memompa ASI pada jadwal yang sama ketika Anda memberikan ASI di rumah, atau Anda dapat memompa setidaknya setiap empat jam.

9. Cukup istirahat, nutrisi yang tepat, dan cukupi kebutuhan cairan.

10. Kenakan pakaian yang nyaman dan gunakan bra yang tidak terlalu ketat.
More about → Mencegah Payudara Bengkak Saat Menyusui

Vitamin D Tekan Risiko Kanker Payudara

SUATU riset terbaru mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi vitamin D melalui asupan makanan dan paparan terhadap sinar matahari berkaitan dengan berkurangnya risiko kanker payudara.

Seperti dilaporkan American Journal of Epidemiology, Senin (20/10), pemberian vitamin D dapat menekan kehadiran hormon reseptor kanker, yakni reseptor estrogen (ER) dan reseptor progesteron (PR).

Hormon reseptor dapat dianalogikan sebagai telinga dalam sel payudara yang akan mendengarkan sinyal dari hormon. Ketika sinyal memerintahkan tumbuh, sel kanker akan berkembang pada sel payudara yang mengandung reseptor.

Kanker akan disebut ER-positive ( ER+ ) apabila penyebab berkembangnya adalah akibat adanya reseptor untuk hormone Estrogen. Sementara itu, bila penyebab berkembangnya adalah adanya reseptor untuk hormon progresteron, disebut PR-positive (PR+).
   
Riset yang mengaitkan asupan vitamin D dengan kehadiran hormon reseptor itu dilakukan oleh Blackmore KM dan rekannya dari Mount Sinai Hospital di Ontario, Kanada.

Riset dilakukan dengan cara membandingkan 758 penderita kanker payudara dan 1.135 partisipan kontrol yang tidak mengidap penyakit tersebut. Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang asupan vitamin D-nya tinggi mengalami  26 persen penurunan risiko kanker payudara ER dan PR, dan 21 persen penurunan risiko tumor ER atau PR.

Studi tersebut juga mengindikasikan bahwa vitamin D berkaitan dengan pengurangan risiko kanker payudara tanpa mempedulikan apakah status tumornya ER atau PR.

Vitamin D ditemukan pada jenis makanan, seperti minyak ikan, makanan yang difortifikasi, seperti jus, sereal, dan susu, serta diperoleh dengan cara lain, seperti paparan terhadap sinar matahari
More about → Vitamin D Tekan Risiko Kanker Payudara